by

ASN Pemkot Solo Maju Bupati Boyolali

Akuntabel.id, SOLO – Agus Irawan, ASN di Pemkot Solo diketahui mengajukan cuti di luar tanggungan negara (CLTN), Senin (10/6/2024). Pasalnya Agus Irawan mendaftar penjaringan bakal calon bupati (bacabup) di Pilkada Boyolali 2024 nanti. Agus sendiri merupakan ASN di staf Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo.

Kepala Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Pemkot Solo, Dwi Ariyatno mengatakan bahwa yang sudah mengajukan cuti di luar tanggungan negara (CLTN), Senin (10/6/2024) kemarin.

“Tadi yang bersangkutan sudah menyerahkan surat pengajuan cuti ke kami,” terangnya, Selasa (11/6/2024).

Dalam Surat Edaran (SE) Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Nomor 6 tahun 2023 tentang Status Kepegawaian Aparatur Sipil Negara yang Menjadi Bakal Calon Peserta Pemilu Tahun 2024, ASN yang sedang melakukan pendekatan ke partai politik untuk mencalonkan diri sebagai peserta pemilihan tahun 2024 harus mengajukan cuti di luar tanggungan negara (CLTN).

Dwi mengaku baru mengetahui yang bersangkutan maju di Pilkada Boyolali 2024 dari video dan foto-foto pencalonan yang beredar luas di media masa dan media sosial. Menyikapi hal itu, pihaknya langsunng memanggil untuk dimintai klarifikasi.

“Kami baru tahu setelah video dan foto pencalonan. Kami sudah memanggilnya untuk diklarifikasi,” ungkap dia.

Menurutnya yang bersangkutan awalnya tidak tahu tentang peraturan yang harus cuti di luar tanggungan negara ketika ikut pilkada. Kemudian diberi penjelasan dan disarankan agar mengajukan CLTN untuk keperluan pilkada.

“Saat dimintai klarifikasi, yang bersangkutan mengaku tidak tahu tentang peraturan itu. Surat akan diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapat persetujuan, kami usahakan pekan persetujuan dari BKN sudah turun,” paparnya.

Dwi menjelaskan selama masa cuti Agus masih berstatus sebagai ASN. Namun yang bersangkutan dibebaskan dari tugas-tugasnya sebagai ASN dan tidak mendapatkan fasilitas dari negara sama sekali.

“Ini kan masih penjajakan dengan partai politik. Kalau nanti tidak dapat kendaraan politik, ya bisa dikembalikan sebagai ASN lagi. Kalau yang bersangkutan resmi ditetapkan sebagai calon bupati oleh KPU. Maka diharuskan mengundurkan diri dari ASN. Atau kalau sebelum didaftarkan di KPU dan jadi anggota salah satu partai politik harus mengundurkan diri. Tidak usah menunggu penetapan dari KPU,” jelasnya.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru