by

Polemik Maba Terestrigasi Aplikasi Pinjol, Dema UIN Raden Mas Said Surakarta Buka Suara

Akuntabel.id, SUKOHARJO – Polemik mahasiswa baru (Maba) 2023 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said (RMS) Surakarta, terkait registrasi di aplikasi pinjol masih bergulir. Mantan Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Ayuk Latifah memberikan klarifikasi mengenai polemik yang menjadi viral tersebut.

Ayuk membantah bahwa Dema tidak melakukan komunikasi dengan pihak rektorat terkait kegiatan PBAK dan Festival Budaya 2023.

“Dema UIN RMS sudah melakukan koordinasi dengan pihak rektorat terkait pembahasan PBAK dan Festival Budaya 2023,” terangnya saat ditemui, Rabu (30/8/2023).

Ayuk menjelaskan pertemuan dengan pihak rektorat dilakukan beberapa kali, pertama pada 3 Mei 2023, lalu 9 Mei 2023. Pertemuan ketiga, 7 Juni 2023, kemudian pertemuan selanjutnya 19 Juni 2023. Pertemuan kelima itu 23 Juli 2023 dan pertemuan keenam pada 31 Juli 2023.

“Hal ini menjawab tuduhan mengenai Dema tidak pernah melakukan koordinasi soal PBAK dan Festival Budaya 2023,” jelasnya.

Dengan tegas, Dema sudah menyampaikan bahwa dalam kegiatan serangkaian PBAK dan Festival Budaya lewat surat keterangan nomor: 20/379/P.DM/PAN-PBAK-DEMA-U-8-2023 tentang sponsor yang bermitra dengan pihak Dema.

“Polemik Dema menggandeng aplikasi pinjaman online (pinjol) sebagai mitra PBAK adalah hal yang benar. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Agustus 2023,” ujarnya.

Dia juga membantah terkait mahasiswa baru yang dipaksa mendaftarkan diri di aplikasi pinjol adalah tidak salah dan keliru.

“Kami sebagai panitia tidak pernah menyampaikan hal tersebut. Tapi statement yang diberikan rektor dan jajarannya bahwa mahasiswa baru dipaksa daftar pinjol, itu justru memicu kericuhan dan kegaduhan. Isu tentang kewajiban mahasiswa baru mendownload beberapa aplikasi mitra kerjasama panitia adalah kebohongan publik,” jelasnya.

Selama ini, secara personal dan lembaga dibungkam sejak 9 Agustus 2023 yang mencopot serta pembekuan Dema. Namun selama dicopot hingga hari ini tidak diam dan terus mencari data membersihkan apa yang harus dibersihkan.

“Maka hari ini saya menyampaikan klarifikasi apa saja Dema yang dilakukan sampai hari ini. Jadi selama 21 hari saya tidak diam saja,” tandasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru