by

Polres Sragen Tangkap Para Pelaku Penganiayaan Dua Pemuda di Sukodono Sragen, Diduga Karena Beda Atribut

Sragen – Polisi tetapkan tiga orang pemuda sebagai pelaku pengeroyokan atas dua orang korban warga Sukodono Sragen.

Pengeroyokan tersebut diduga terjadi lantaran atribut yang dikenakan kedua korban dan para pelaku berbeda perguruan silat. Kejadian nahas yang menimpa kedua korban terjadi pada Minggu, 9 Juni 2024 pukul 00.05 WIB, dilokasi kejadian warung HIK, depan pasar Pojok Dukuh Harjosari Majenang, Kecamatan Sukodono Sragen.

Kapolres Sragen AKBP Jamal Alam dalam keterangan pernya melalui Kasat Reskrim AKP Wikan Srikadiyono, Selasa, (11/6/2024) siang, membenarkan penangkapan tiga orang pemuda sebagai pelaku penganiayaan yang dilaporkan korban Riskiy Aditiya Pratama, 18, warga Sukodono dan korban Ivan Setiawan,19, warga Sukodono Sragen, oleh Polsek Sukodono.

Peristiwa pengeroyokan dilakukan tiga tersangka masing-masing berinisial DJS alais Damas, 27, warga Sine Sragen, RYS alias Lapis, 22, warga Sragen Kulon Sragen, DCA Alias Kemis, 21, warga Tanon Sragen, sehari setelah kasus itu didalami Unit Reskrim.

Ketiga tersangka masing-masing memiliki peran sendiri. Tersangka DJS alais Damas melakukan pemukulan sebanyak tiga kali dengan alat kalung yang dibentuk sebagai alat, tersangka RYS alias Lapis telah memukul korban satu kali, dan tersangka DCA Alias Kemis telah melepas hodie milik korban dan melakukan pemukulan pertama kali terhadap korban.

“Akibat kejadian tersebut, kedua korban sampai harus mendapatkan perawatan tim medis karena mengalami sejumlah luka-luka. Pengeroyokan itu terjadi dipicu atribut yang berbeda dari masing-masing perguruan silat, “ ungkapnya.

Dia menjelaskan, bahwa kasus pengeroyokan karena berbeda atribut sudah sering terjadi. Atas peristiwa itu, AKP Wikan mengimbau kepada warga Sragen, agar tidak terprovokasi dengan adanya peristiwa tersebut.

“Para pelaku saat ini telah diamankan petugas Reskrim Polres Sragen untuk diproses hukum sebagaimana tindak pidana yang dilakukannya, dan dijerat pasal 170 KUHPidana, barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan, “ tambahnya.

Seperti diuraikan AKP Wikan bahwa awalnya para pelaku melakukan konvoi bersama sekitar 20 orang rombongan lainnya, kemudian melintas di tempat kejadian dan melihat korban diwarung HIK memakai kaos komunitas perguruan berbeda yang mereka kenakan. Selanjutnya para pelaku berhenti dan memukuli korban serta meminta kaos komunitas tersebut.

Karena mengalami luka-luka yang cukup serius, mereka kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat. Kedua korban kemudian melapor ke Polsek Sukodono. Dari laporan korban, Polisi melakukan serangkaian penyelidikan, dan berhasil membekuk tiga orang pelaku beberapa jam setelahnya.

“Para pelaku ditangkap secara beruntun oleh Unit Reskrim Polsek Sukodono setelah beberapa jam perkara ini didalami. Saat ini para pelaku telah ditahan di Mapolres Sragen untuk proses hukum lebih lanjut, “ pungkas AKP Wikan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru